ORI APRESIASI INOVASI MUSIK BAMBU INDONESIA
2 mins read

ORI APRESIASI INOVASI MUSIK BAMBU INDONESIA

smartizen.or.id – Kota Bandung, Original Rekor Indonesia atau ORI kembali mencatat prestasi anak bangsa, ORI memberikan apresiasi kepada Indonesian Bamboo Community atau IBS atas prestasi creator penciptaan alat musik bambu, gitar bambu dan biola bambu. Selain itu ORI memberikan apresiasi kepada dinas kebudayaan dan pariwisata Kota Bandung atas prestasi pemberian fasilitas untuk anak bangsa.

“Kita memberikan 2 apresiasi, yang pertama kepada Adang kita memberikan apresiasi atas prestasi mereka menciptakan alat musik bambu modifikasi yang kita lihat tadi untuk gitar dan biola, dan untuk prestasi yang ke-2 kita memberikan apresiasi kepada dinas pariwisata Kota Bandung atas dedikasi beliau untuk memberikan fasilitas untuk prestasi anak bangsa, untuk itu kami sangat bangga dengan kreativitas yang ada di Kota Bandung.” Ujar Agung Elvianto selaku Original Rekor Indonesia.

“Dulu kan bambu itu sebagai simbol perjuangan ya mengusir penjajah kemudian kalau dari lahir sampai meninggal kalau orang-orang dulu kan tidak lepas dari bambu, ternyata oleh anak muda ditinggalkan dianggap sebagai apa, pohon buangan lah atau rumput liar nah dari situ saya ingin ini bambu harus naik kelas, ini bambu harus ada nilai ekonomisnya gitu.” Ujar Adang Muhidin selaku Ketua Indonesian Bamboo Community.

Seperti yang diketahui komunitas IBC ini bertujuan untuk mengumpulkan para kreator bambu dan pengrajin yang memiliki inovasi, gagasan, serta ide kreatif disertai dengan sentuhan teknologi dan yang tak kalah uniknya lagi IBC juga tidak hanya memproduksi alat musik atau cenderamata dari bambu.

“Artinya mereka juga ada dan hidup di Kota Bandung seni-seni tersebut, jadi semua masyarakat bisa menyaksikan tampilan-tampilan dari seni tradisi, kolaborasi dengan seni kontemporer dan modern.” Ujar Rendra selaku Kasi Promosi Produk Budaya dan Kesenian Disbudpar Kota Bandung.

Dari segi kuliner IBC membuat hal yang menarik, yaitu makanan yang terbuat dari daun bambu.

“Selain dari kita pentas-pentas membudidayakan alat musik kirinding ini, kita juga produksi-produksi miniatur bambu, sekarang kita lagi fokus bikin tas dari bambu awalnya terinspirasi dari Indonesian Bamboo Community”. Ujar Ahdie Arrijal selaku Ketua Kirinding Reutas Kikis.

Semoga dengan apresiasi ini mampu memberikan inovasi dan menjadi pemaju bagi para kreator dan seniman di Kota Bandung untuk terus meningkatkan prestasi.

Tonton via vidio.com

Tonton via youtube