PEMPROV JABAR APRESIASI: OPTIMALISASI PATRAKOMALA SEBAGAI ORKESTRASI DATA EKRAF KOTA BANDUNG
2 mins read

PEMPROV JABAR APRESIASI: OPTIMALISASI PATRAKOMALA SEBAGAI ORKESTRASI DATA EKRAF KOTA BANDUNG

smartizen.or.id, Kota Bandung — Pemprov jabar apresiasi patrakomala optimalisasi patrakomala sebagai orkestrasi data ekraf Kota Bandung, pemerintah Kota Bandung terus berupaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui digitalisasi data dan informasi, salah satunya dengan mengoptimalkan situs patrakomala sebagai langkah nyata untuk memetakan potensi ekonomi kreatif hingga ke level wilayah.

Penataan dan pengembangan ekonomi kreatif di Kota Bandung kini memasuki babak baru dengan penggunaan sistem informasi terpadu, situs patrakomala hadir bukan sekadar untuk menghimpun data melainkan sebagai alat untuk mendistribusikan dan memanfaatkan potensi ekraf secara optimal.

Hingga saat ini, data dalam situs patrakomala.disbudpar.bandung.go.id terus di perbarui secara real time, tercatat sudah ada lebih dari 900 pengelola kekayaan intelektual, 7000 lebih pelaku kreasi, serta 63000 lebih industri kreatif yang terintegrasi dalam sistem ini.

“Patrakomala adalah langkah nyata pemerintah Kota Bandung dalam penataan ekonomi kreatif melalui sistem informasi. Kita bisa memetakan potensi hingga level wilayah dan subsektor agar terlihat di mana saja potensi kita berada.” Ucap Silmi Syahifah, S. E. Sebagai Adyatama Kepariwisataan dan Ekraf pada Disbudpar Kota Bandung.

Pengembangan Patrakomala ini pun mendapatkan apresiasi dari pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kota Bandung dinilai berhasil menjadi inisiator dalam pendataan ekraf yang nantinya akan diadopsi oleh 27 Kabupaten Kota di Jawa Barat.

“Yang pertama apresiasi buat Disbut Par Kota Bandung yang sudah mengembangkan data base dari ekonomi kreatif ya, nah ini dengan yang di rancang oleh Pemprov Jabar, jadi ini juga yang di rancang oleh Kementrian Ekonomi Kreatif, Bandung mungkin bisa menjadi inisiasi nantinya untuk 27 Kabupaten Kota di Jawa Barat, yang pertama konsistensi terhadap datanya, kemudian sumber data juga yang di pertanggung jawabkan dan tentunya data yang dikumpulkan kemudian diproses itu punya nilai manfaat untuk pengambilan kebijakan.Ucap Rispiaga, S.T., M.T., selaku Kabid. Industri Pariwisata Pada Disparbud Prov. Jawa Barat.

Lebih dari sekadar pengumpulan data, patrakomala diharapkan mampu menjadi wadah orkestrasi lintas pemangku kepentingan. Ekosistem ekraf harus memiliki keterhubungan antara budaya, inovasi, hingga dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

“Tugas dari patrakomala itu kayak semacam menyusun puzzle supaya data itu menjadi rapi, bahwa data itu akhirnya nanti bisa dijadikan pedoman untuk membuat kebijakan dan program. Saya sih berharap narasi besarnya itu adalah bagaimana web patrakomala ini bisa memiliki peran sebagai orkestrasi data ekosistem aitcraf yang ada di Kota Bandung.” Ucap Galih Sedayu, selaku Ketua Penataan dan Pengembangan Ekraf Kota Bandung.

Melalui sinergi antara pemerintah, pembisnis, akademis, dan media, patrakomala diharapkan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi kreatif Bandung yang lebih terukur dan berdaya saing.

Dari Kota Bandung Jawa Barat, tim liputan Ismart Media mengabarkan.

Tonton via Youtube

Tonton via vidio.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *