Melihat Wajah Baru Ekonomi Jabar Lewat Kacamata H. Fathi: Antara Inovasi Panca Indra dan Komitmen Hijau
smartizen.or.id, BANDUNG – Di tengah hiruk-pikuk Kota Bandung yang sedang berbenah, H. Fathi berdiri di antara ratusan pelaku industri pariwisata dengan satu visi besar: menjadikan Jawa Barat sebagai pusat gravitasi ekonomi nasional melalui pariwisata. Bagi Anggota Komisi XI DPR RI ini, acara Travel Mart Jabar Istimewa 2026 di Hotel Horison Bandung, Selasa (12/02/2026), bukan sekadar ajang kumpul, melainkan bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci kedaulatan ekonomi.
“Saya mewakili masyarakat Kota Bandung mengajak teman-teman semua, jangan ragu untuk membawa wisatawan sebanyak-banyaknya,” ujar H. Fathi dengan nada optimis. Baginya, setiap wisatawan yang datang adalah napas baru bagi ekonomi lokal, mulai dari perhotelan hingga pengrajin oleh-oleh.
Sinergi dalam Satu Meja H. Fathi melihat antusiasme yang luar biasa saat Benny Iskandar, Ketua Umum DPP Parwindo, menjelaskan format unik Travel Mart kali ini. Sebanyak 102 buyer menetap di meja masing-masing, sementara 58 seller unggulan dari Jabar, Jakarta, hingga Yogyakarta berkeliling menawarkan potensi terbaik mereka.
“Target kami jelas, ada kenaikan okupansi dan pendapatan yang nyata,” kata Benny Iskandar, sebuah misi yang sejalan dengan fungsi pengawasan H. Fathi di bidang keuangan.
Visi Besar: Dari 5K hingga Rel Kereta Narasi ekonomi yang diusung H. Fathi semakin kuat saat Kadisparbud Jabar, Iendra Sofyan, memaparkan strategi panca indra atau 5K (Katingali, Karasa, Karaba, Kadangu, Kaambeu). Strategi ini bukan sekadar konsep, melainkan upaya menggugah emosi wisatawan agar jatuh cinta pada Jawa Barat.
Tak hanya itu, H. Fathi juga memberikan sorotan pada inovasi Trend-cation, pariwisata berbasis kereta api yang akan menghidupkan rute Bogor-Cianjur dengan kereta bersejarah Jakalalanang. “Jawa Barat punya teknologi kereta terlengkap, dari zaman Belanda sampai KCIC. Ini adalah modal besar kita,” tegas Iendra Sofyan.
Tantangan dan Kepastian Hukum Namun, H. Fathi menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab lingkungan. Hal ini ditegaskan kembali oleh Walikota Bandung, Muhammad Farhan. Di hadapan para pelaku wisata, Farhan memberikan pesan kuat mengenai tata kelola kota dan target Zero Waste.
“Pariwisata adalah tulang punggung kami, tapi kepastian hukum terkait lingkungan adalah harga mati,” ujar Farhan. Komitmen ini meliputi digitalisasi retribusi hingga penataan parkir demi memberikan rasa aman bagi para investor dan pengelola destinasi.
Berlian di Atas Mahkota Menutup rangkaian acara, H. Fathi memandang sinergi antara legislatif, pemerintah daerah, dan asosiasi profesi seperti Parwindo sebagai langkah krusial. Baginya, pariwisata adalah berlian di atas mahkota Jawa Barat. Dengan target pertumbuhan ekonomi mencapai 8%, H. Fathi berkomitmen untuk terus mengawal agar setiap kebijakan di pusat mampu menyentuh langsung denyut nadi pariwisata di daerah.
“Mudah-mudahan melalui forum ini, tercipta business match yang berkelanjutan bagi kemajuan kita bersama,” pungkas H. Fathi.
(smartizen/ Gilang)